
membaca sebuah tulisan di kompas yang mempertanyakan tentang aktifis 98 yang kini duduk di singgasana kemawahan simbol pemerasan rakyat DPR RI, mengingatkan saya akan status teman saya dalam sebuah himpunan yang isinya
ini sangat lah menggelitik saya kira mengingat apa yang dilakukan para aktifis 98 adalah merubah orde lama menjadi orde reformasi atau dalam artian merubah para orang-orang yang tua dengan menggantinya denga para aktifis 98 yang kemudian berbondong-bondong masuk ke jalan pragmatis PARTAI POLITIK, yang pada akhirnya toh sama saja dengan kinerja para pendahulunya sama-sama amuradul bahkan lebih parah dari orde sebelumnya dimana kesejahteraan rakyat menjadi prioritas. kalau sekarang jangan kan sejahtera mencari sesuap nasi pun susahnya minta ampu..!
ketika kaum muda masuk ke subuah partai dan menggantikan kaum tua maka outpunya akan dipastikan hampir sama. karna idealisme yang dibangun akan luntur seketika ketika masuk partai politik yang memikirkan kepentingan partai. BUKAN KEPENTINGAN RAKYATsaya kira kaum muda dan tua sama saja ketika mereka tidak bisa menjaga idealismenya..! sama-sama mementingkan politik kepentingan. kepentingan aktifis 98 adalah melanggengkan kekuasaan dan partainya bukan mementingkan nasib rakyat yang hampir sekarat. sungguh ironis para aktifis 98 berpura-pura membela rakyat padahal membela kepentingan.. kalau demikian maka dibutuhkan sebuah revolusi...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar