
Kata-kata rasanya tak lagi bermakna untuk para pimpinan wakil rakyat, yang tetap ngotot meneruskan proses pembangunan gedung baru DPR. Tak terhitung pula seruan penolakan publik terhadap proyek itu. Tetapi, semua itu seolah-olah tak ada, karena ternyata dalam rapat konsultasi pimpinan, proyek yang direncanakan menelan anggaran lebih dari satu triliun rupiah itu tetap jalan terus.
Aspirasi sebagian besar rakyat negeri ini betul-betul tak didengar. Padahal tak sulit untuk menangkap aspirasi publik, yang hampir seratus persen menolak gedung baru DPR. Sekadar mendengar saja tidak, apalagi meneruskannya dalam bentuk keputusan yang melegakan publik. Jelas, kengototan para pimpinan DPR itu sungguh mengecewakan. Jadi tidaklah berlebihan jika kemudian publik menyebut para wakil rakyat telah mati dalam melaksanakan fungsi dan perannya.
Nampaknya Anggota DPRD tak mau kalah oleh anggota DPR RI, DPRD jawa barat akan membeli mobil dinas baru seharga 6,2 milyar untuk 32 mobil toyota rush, dan 2,2 milyar khusus untuk ketua DPRD jawa barat. Kebijakan ini sangat lah merugikan rakyat diatas himpitan ekonomi yang mendarah daging para anggota dewan lebih senang berpoya-poya dan bermewah-mewahan ketimbang mengurusi rakyat miskin yang hidupnya hanya dalam hitungan hari..!
Ditengah kemiskinan yang merajalela anggota DPR RI dan DPRD Jawa Barat tidak menggubris jeritan rakyat “suara rakyat adalah suara tuhan” yang menolak pembangunan gedung baru. Kami yang tergabung dalam aliansi mahasiswa unikom (AMU) menolak dengan keras :
1. Pembangunan gedung baru anggota DPR RI
2. Pembelian mobil dinas DPRD jawa barat
3. Perlunya evaluasi kinerja DPRD pada masa HADE berupa Ideologi, Politik dan ekonomi Ekonomi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar