Minggu, 22 Mei 2011

Dimana Aktifis Penyuara Reformasi 98..?


membaca sebuah tulisan di kompas yang mempertanyakan tentang aktifis 98 yang kini duduk di singgasana kemawahan simbol pemerasan rakyat DPR RI, mengingatkan saya akan status teman saya dalam sebuah himpunan yang isinya
Ketika kaum "Tua" tak lagi mampu membangun bangsa...
sekarang saatnya lah kita kaum "Muda" yang mengambil alih kepemimpinan....

tak ada lagi batas, tak ada lagi ruang, tak ada lagi waktu...
sekarang waktunya KITA kaum "Muda" turun mengambil alih kekuasaan, karena kaum "TUA" tak mampu membuktikan kekuatannya memimpin bangsa dan negara
ini sangat lah menggelitik saya kira mengingat apa yang dilakukan para aktifis 98 adalah merubah orde lama menjadi orde reformasi atau dalam artian merubah para orang-orang yang tua dengan menggantinya denga para aktifis 98 yang kemudian berbondong-bondong masuk ke jalan pragmatis PARTAI POLITIK, yang pada akhirnya toh sama saja dengan kinerja para pendahulunya sama-sama amuradul bahkan lebih parah dari orde sebelumnya dimana kesejahteraan rakyat menjadi prioritas. kalau sekarang jangan kan sejahtera mencari sesuap nasi pun susahnya minta ampu..!
ketika kaum muda masuk ke subuah partai dan menggantikan kaum tua maka outpunya akan dipastikan hampir sama. karna idealisme yang dibangun akan luntur seketika ketika masuk partai politik yang memikirkan kepentingan partai. BUKAN KEPENTINGAN RAKYAT


saya kira kaum muda dan tua sama saja ketika mereka tidak bisa menjaga idealismenya..! sama-sama mementingkan politik kepentingan. kepentingan aktifis 98 adalah melanggengkan kekuasaan dan partainya bukan mementingkan nasib rakyat yang hampir sekarat. sungguh ironis para aktifis 98 berpura-pura membela rakyat padahal membela kepentingan.. kalau demikian maka dibutuhkan sebuah revolusi...!


Video Vj Daniel dan Syahrini. (verified)

inilah video hot VJ daniel dan syahrini yang mengheohkan (verified)
tonton sampe beres..!

Tantangan HMI (himpunan mahasiswa islam) Unikom ditengah apatisme mahasiswa.


oleh : usup suparman

Himpunan mahasiswa islam kini telah menjadi salah satu organisasi eksternal yang tumbuh dan berkembang di UNIKOM, setelah diresmikannya komisariat persiapan UNIKOM pada tanggal 23 februari 2011 pada pukul 19.00 WIB di HMI cabang bandung, maka resmilah HMI menapaki kampus UNIKOM untuk yang pertama kalinya.

Peran HMI UNIKOM

Peran HMI sendiri sangat dibutuhkan untuk dapat merubah kultur Mahasiswa yang Apatis &Hedonis, seakan tidak mempedulikan bahwa peran Mahasiswa (Pemuda) sangat Vital bagi kemajuan bangsa yang hilang akan kebangsaannya.

Mahasiswa adalah kaum minoritas dari setiap daerah, karna tidak semua orang dapat merasakan bagaimana manisnya bangku perkuliahan yang dipandang oleh masyarakat masih mahal, maka peran Mahasiswa harus kita kaji ulang Khususnya Mahasiswa Unikom yang cenderung mengalami Degradasi Pemikiran dan Perubahan, dimana mahsiswa hanya sebuah simbol pendidikan tertinggi saja tanpa ada timpal balik (feed back) dengan kalangan Mahasiswa itu sendiri dan Masyarakat, pada Hakikatnya Mahasiswa adalah agent of change (agen perubahan) atau “student today leader tomorrow” jadi sangat lah jelas dimana peran mahasiswa, mahasiswa adalah agen perubahan bagi masyarakat pada Umumnya dan dirinya sendiri pada khusunya.

Harapan HMI di unikom

Harapan saya, dengan adanya HMI di Unikom adalah sebagai salah satu organisasi yang menginginkan perubahan dikalangan mahasiswa Unikom yang mayoritas apatis dan terpatri oleh kultur mahasiswa individualis

Tantangan HMI

Tantangan HMI setelah berdirinya organisasi eksternal yang berasaskan ISLAM dan independen HMI, adalah bagaimana HMI dapat menjadikan Kader-kader yang berkualitas yang peka terhadap lingkungan masyarakat dan kampus, serta menciptakan kader-kader yang unggul dalam bidang keilmuandan intelektualitas. Serta dapat merubah kultur mahasiswa yang APATIS & HEDONIS untuk menjadi mahasiswa yang progresif, dinamis dan proaktif..

aksi "matinya peran dan fungsi anggota legislatif" sikap


Kata-kata rasanya tak lagi bermakna untuk para pimpinan wakil rakyat, yang tetap ngotot meneruskan proses pembangunan gedung baru DPR. Tak terhitung pula seruan penolakan publik terhadap proyek itu. Tetapi, semua itu seolah-olah tak ada, karena ternyata dalam rapat konsultasi pimpinan, proyek yang direncanakan menelan anggaran lebih dari satu triliun rupiah itu tetap jalan terus.

Aspirasi sebagian besar rakyat negeri ini betul-betul tak didengar. Padahal tak sulit untuk menangkap aspirasi publik, yang hampir seratus persen menolak gedung baru DPR. Sekadar mendengar saja tidak, apalagi meneruskannya dalam bentuk keputusan yang melegakan publik. Jelas, kengototan para pimpinan DPR itu sungguh mengecewakan. Jadi tidaklah berlebihan jika kemudian publik menyebut para wakil rakyat telah mati dalam melaksanakan fungsi dan perannya.

Nampaknya Anggota DPRD tak mau kalah oleh anggota DPR RI, DPRD jawa barat akan membeli mobil dinas baru seharga 6,2 milyar untuk 32 mobil toyota rush, dan 2,2 milyar khusus untuk ketua DPRD jawa barat. Kebijakan ini sangat lah merugikan rakyat diatas himpitan ekonomi yang mendarah daging para anggota dewan lebih senang berpoya-poya dan bermewah-mewahan ketimbang mengurusi rakyat miskin yang hidupnya hanya dalam hitungan hari..!

Ditengah kemiskinan yang merajalela anggota DPR RI dan DPRD Jawa Barat tidak menggubris jeritan rakyat “suara rakyat adalah suara tuhan” yang menolak pembangunan gedung baru. Kami yang tergabung dalam aliansi mahasiswa unikom (AMU) menolak dengan keras :

1. Pembangunan gedung baru anggota DPR RI

2. Pembelian mobil dinas DPRD jawa barat

3. Perlunya evaluasi kinerja DPRD pada masa HADE berupa Ideologi, Politik dan ekonomi Ekonomi

selamat jalan sang GURU..

selamat jalan sang guru, mungkin kata itulah yang menjadi kata terakhir bagi saya untuke mengenang jasa-jasa sang pencerah bagi para muridnya, kamis kemarin saya mendapatkan sebuah pesan singkat dari rekan saya yang isinya “innalilahi wainnalilahi roziun telah berpulang ke rahmatulah sang guru besar kita bapak : ustadz syaiful bachri emda pada pagi dinihari jam 5.00 subuh tepat pada adzan subuh di madura” saya langsung terkaget-kaget membaca sms itu seakan tak percaya, tetapi lambat laun kawan-kawan saya lainnya turut mengirim sms yang sama. saya mulai mempercayai bahwa sang guru telah tiada..

begitu banyak ilmu yang telah kau berikan pada saya, bapak menjadi inspirasi dalam kehidupan saya, bapak juga adalah semangat mengapa saya harus berbuat, bapak telah menjadai idola para murid bapak ketika saya di pondok itu dan mungkin senior dan junior saya pun seperti itu. bagi saya bapak adalah tokoh yang bijaksana dalam mengambil keputusan dan selalu memberikan semangat kepada muridnya yang mungkn patah semangat. saya masih ingat betul cerita bapak, waktu itu ketika bapak ditawari bekerja di salah satu perusahaan ternama dengan gaji yang menurut saya sangat besar, dengan santainya bapak menolak tawarannya, padahal saya kira dengan gajji sedemikian mungkin saya akan kaya raya. tapi sang guru punya jawaban lain, “saya ingin mengajar kalian” belum lagi ketika sang guru bercerita tentang bagaimana ia mendapatkan gelar sarjana dalam tahun yang sama (Drs dan PHD) yang sampai sekarang saya bingung bagaimana cara mendapatkannya, saya pernah berangan-angan untuk kuliah di dua universitas untuk bisa menyamai pencapaian bapak, tapi jangankan duk kampus satu kampus pun saya kesulitan dengan nilai yang saya dapat.. sang guru adalah sosok yang menginspirasi saya dan rekan-rekan lainnya. selamat jalan sang guru. do’a kami akan menyertai mu selalu..

saya tak mampu untuk berbuat apa-apa selain mengirimkan do’a untuk bapak, semoga bapak ditempatkan dalam tempat yang paling sempurna amal dan ibadah bapak insya allah diterima tuhan semesta alam. amin

Mempertanyakan sebuah gelar..??

Semester ganjil yang lalu saya sempat belajar dengan salah satu profesor terkemuka di kampus di mana saya kuliah, saya merupakan salah satu pengagum berat profesor –profesor indonesia siapapun itu, karna bagi saya profesor selalu memberikan dinamika berpikir yang unik dan berbeda dari orang-orang kebanyakan dan profesor menurut saya adalah dia yang selalu bijak dalam melakukan perbuatan dan perkataan atau sesuai dengan “prinsif kebenaran dimana ide sama dengan realitas, artinya perkataan selaras dengan perbuatan”. Mengacu pada tarap pendidikan sang profesor yang hampir seluruh hidupnya ia abdikan pada pendidikan ia telah mengarungi samudra keilmuan baik itu bidang ilmu yang memang ie tekuni maupun pengetahuan di luar keilmuan yang ditekuni, seorang profesor adalah simbol intelektual di muka bumi.

Itu semua terbalik dengan realitas sebenarnya ketika saya mendapatkan mata kuliah metodelogi penelitian barulah saya menyadari ternyata sang profesor yang saya kagumi dan bangggakan jauh dari apa yang saya bayangkan, bijaksana, eskalasi berpikir yang unik, rasional, dan mudah diterima. Anggap saja sang profesor bernama “ice” ibu ice ini adalah salah satu dekan fakultas ekonomi dan merupakan guru besar di bidang EKONOMI, tetapi masih mengajar mata kuliah lain seperti metodelogi, penelitian, e-business, akuntansi, perpajakan dan lain-lain.

Yang saya sayangkan adalah ketika sang profesor bicara kadang menyakiti perasaan sang mahasiswa dan termasuk saya adalah salah satu korban omongan liarnya yang menyakitkan dan saya itu tidak pantas bagi seorang profesor dimana ia mengatakan tidak sesuai dengan realitas dan hanya bicara atas presfektif indra, mungkin kita tahu dalam kajian filsafat ilmu bahwa indra kadang menipu..! dan selain omongannya yang tajam setajam pisau ia juga mempunyai kebiasaan inkonsistensi ketika bicara, hari ini ngomong A esok B, C atau Z. Saya rasa inkonsistensi memang wajar kalau itu terjadi hanya satu atau dua kali karna manusia adalah tempatnya kesalahan dan lupa, tetapi ini berkali-kali bahkan berpuluh-puluh. Masih terngiang ditelinga saya ketika ia bicara “kalau kalian ikut study tour maka minimal B ditangan” nyatanya itu hanya isapan jempol belaka saya dan rekan-rekan mendapatkan nilai dibawah standart yang ia sendiri tetapkan. Saya sempar berprasangka negatif mungkin profesor ice ini tidak pernah membaca filsafat ilmu jadi ia mungkin lupa bagai mana sebenarnya landasan berpikir itu seperti apa. Dan menurut saya seharusnya ia membaca kembali catatan-catatan dalam dirinya ( introspeksi diri ) atau bertanya kepada hatinya seberapa damaikah ia dengan hatinya ( mengenal diri )

Sabtu, 21 Mei 2011

a long odyssey

sengaja saya ambil nama blog ini "a long odyssey" karna walaupun saya masih mungkin terbilang muda 21 tahun, tetapi kehidupan yang telah saya arungi adalah sebuah jalan panjang yang sangat melelahkan dan mengasikan. perjalanan hidup saya mungkin masih panjang maka blog ini saya peruntukan untuk menulis tentang perjalana hidup seorang debu yang berada dalam sebuah gurun pasir kehidupan yang begitu kompleks.. selamat datang kawan